Mata merupakan jendela dunia. Mata sendiri merupakan
anugerah yang Allah berikan kepada setiap manusia. Dengan mata kita bisa
menikmati indahnya alam semesta ciptaan Allah. Selain itu ia menjadi pintu
apakah untuk melihat hal positif ataupun negatif. Apabila digunakan hal baik
akan mendapatkan Ridho dari Allah sedangkan bila negative maka adzab Allah
sungguh pedih. Dalam Al-Quran Allah memerintahkan hambaNya yang beriman untuk
menjaga pandangannya karena itu suci bagi mereka. Hal ini sesuai dengan surat
An-Nur ayat 30 yang berbunyi :
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا
فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah
mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30)
Fadilah menjaga
pandangan
Di zaman saat ini rasanya sulit sekali untuk kita
menjaga pandangan dari sesuatu yang haram untuk dilihat. Bagaimana tidak saat
keluar rumah kita disuguhkan pandangan yang haram belum ditambah lewat ponsel
ataupun gadget yang kita punya juga tak bisa terlepas dari hal haram yang kita
lihat. Meskipun begitu, seberapapun sulitnya menjaga pandangan kita mesti tetap
melakukannya. Selain merupakan perintah dari Allah langsung, menjaga pandangan
kita dari sesuatu yang haram akan mendatangkan ganjaran pahala yang besar bagi
kita. Hal ini seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam hadistnya. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ
الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا
إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا
أَيْدِيَكُمْ
”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan
menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara;
tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan
berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah
pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no.
22757. Dinilai hasan lighairihi oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)
Saat kita sanggup menahan pandangan dari sesuatu yang
haram tidak tanggung-tanggung jaminan yang akan kita dapatkan. Hal ini sebanding dengan beratnya kita
menjaga pandangan mata kita dari sesuatu yang haram.
Efek negatif tidak
menjaga pandangan
Ketika kita tidak bisa menjaga pandangan dari sesuatu
yang haram, maka akan lebih dekat kepada zina. Hal ini sesuai dengan sabda
Rasulullah yang berbunyi :
كُتِبَ عَلَى ابْنِ
آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا
النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ،
وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى
وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak
keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa
dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan).
Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa
berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina,
dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya
adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan
berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau
mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di
atas milik Muslim).

Tidak ada komentar: