"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Al-Bukhari).
Al-Qur'an adalah ilmu
yang paling mulia , karena itulah orang yang belajar Al-Qur'an dan
mengajarkannya bagi orang lain, mendapatkan kemuliaan dan kebaikan dari pada
belajar ilmu yang lainya. Dari Utsman bin Affan radhiyallah 'anhu , beliau
berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik
kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR.
Al-Bukhari).
Para ahli Al-Qur'an
adalah orang yang paling berhak untuk menjadi imam shalat. Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"(Yang) mengimami
suatu kaum adalah yang paling qari bagi kitab Allah, maka jika mereka sama
dalam bacaan maka yang paling 'alim bagi sunnah (hadits), maka jika mereka
dalam As-Sunnah juga sama maka yang paling dulu hijrah, maka jika mereka juga
sama dalam hijrah maka yang lebih tua usianya." (HR. Muslim)
Diriwayatkan juga oleh
Imam Al-Bukhari, bahwa yang duduk di majlis Khalifah Umar Shallallahu 'alaihi
wa sallam di mana beliau bermusyawarah dalam memutuskan berbagai persoalan
adalah para ahli Qur'an baik dari kalangan tua maupun muda.
Hukum menghafal Al Qur’an
Syaikh Ibnu Baz
mengatakan, “menghafal Al Qur’an adalah mustahab (sunnah)” (Fatawa
Nurun ‘alad Darbi, 89906). Namun yang rajih insya Allah,
menghafal Al Qur’an adalah fardhu kifayah, wajib diantara kaum
Muslimin ada yang menghafalkan Al Qur’an, jika tidak ada sama sekali maka
mereka berdosa (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 17/325).
Keutamaan Menghafal
Al-Qur-an
Semakin banyak
hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ
وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
“akan dikatakan
kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan
tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu
tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240,
dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).
2. Penghafal Al Qur’an
lebih diutamakan untuk menjadi imam
Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
“hendaknya yang mengimami
sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah” (HR. Abu Daud 582,
dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)
3. . Penghafal Qur’an
adalah Shahibul Qur’an
Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al Albani menyatakan, “ketahuilah, makna dari shahibul Qur’an
adalah orang yang menghafalkannya di hati. berdasarkan sabda nabi
Shallallahu’alaihi Wasallam:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
“hendaknya yang mengimami
sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah”
maksudnya yang paling
hafal. Maka derajat surga yang didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak
hafalan Al Qur’annya di dunia, bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana
disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang besar
bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an
untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau
harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).
4.
Allah mengangkat
derajat shahibul Qur’an di dunia
Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda:
إن الله يرفع بهذا
الكتاب أقواماً ويضع به آخرين
“sesungguhnya Allah
mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain
dengannya” (HR. Muslim 817)
5. Termasuk sebaik-baik
manusia
Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه
“sebaik-baik kalian
adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).
6. Al Qur’an akan menjadi
syafa’at bagi shahibul Qur’an
Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم
القيامة شفيعا لأصحابه
“bacalah Al Qur’an,
karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an”
(HR. Muslim 804)
Baca Juga :


Tidak ada komentar: