Allah
Subhanahu wa Ta’ala Berfirman
وَإِلَٰهُكُمْ
إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
Dan
Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang. (Q.S Al-Baqarah : 163)
Banyak
sekali ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan betapa Allah sangat mencintai
hamba-hambaNya. Bahkan saat hambaNya melakukan sebuah perbuatan dosa kemudian
die mendekati Allah dan memohon ampunan dari segala dosa yang sudah dilakukan,
Allah akan selalu mengampuninya. Bandingkan dengan kita, saat saudara atau
teman kita melakukan sebuah kesalahan kepada kita kemudian meminta maaf, belum
tentukita memaafkan teman kita tersebut bukan? Tapi Allah tidak seperti itu
kawan, Dia selalu menyayangi para hambaNya yang bertaubat. Sesuai dengan firman
Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat An-Nisa Ayat 110
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ
يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan
menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S An-Nisa :110)
Selain
mengampuni dosa yang sudah diperbuat, banyak bentuk kasih sayang Allah kepada
jita sebagai hambaNya. Antara lain :
1. Memberikan
Kehidupan
Bentuk rasa sayang Allah
kepada manusia yakni memberikan kehidupan dalam bentuk sebaik-baiknya. Sebagai mana
firman Allah dalam surat At-Tin ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ
فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Q.S At-Tin :4)
Bahkan penciptaan manusia
awalnya mendapat keraguan dari para malaikat, namun Allah lebih mengetahui
dibandingkan para malaikatnya. Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 Allah berfirman
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ
فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ
الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ
مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu
berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". — Surat Al-Baqarah Ayat 30
2. Menjamin
Rezeki
Manusia seringkali
khawatir bagaimana rezeki yang akan dia dapatkan, namun Allah sudah menjamin
rezeki mereka sebagai bentuk sayang Allah kepada para hambaNya. Dalam Suat
Al-Isra’ ayat 70 Allah berfirman :
۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي
آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ
وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Dan sesungguhnya telah
Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami
beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan
kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Q.S
Al-Isra’:70)
3. Memberikan
kenikmatan dunia
Manusia acapkali terlalu fokus
terhadap nikmat-nikmat yang telah Allah berikan sampai lupa bahwa Allahlah yang
memberikan semua kenikmatan yang tak terhingga tersebut. Dalam Surat An-Nahl
Ayat 18 Allah berfirman
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan jika kamu
menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
4. Mengabulkan
Doa
Setiap doa yang kita
panjatkan Insyaallah Allah akan senantiasa mengabulkannya, sesuai dengan Firman
Allah Surat Ghafir ayat 60 yang berbunyi
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي
أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Dan Tuhanmu berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Q.S Ghafir:60)
5. Pintu
taubat terbuka lebar
Allah Azza wa Jalla Yang
Maha Penyayang lagi Yang Maha Penerima Taubat selalu membuka pintu taubat
kepada para hambaNya yang sudah melakukan berbagai macam kesalahan dan dosa
sesuai dengan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat At-Taubah ayat 104:
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ
عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Tidaklah mereka
mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima
zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?. (Q.S
At-Taubah:104)

Tidak ada komentar: