Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ
”Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2969. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)
الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ
”Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2969. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)
Doa
merupakan salah satu ibadah. Doa sendiri merupakan bukti bahwa kita sebagai
umatNya merupakan makhluk yang lemah, yang senantiasa mengharapkan pertolongan
dari Allah SWT. Dengan memasarhakan sepenuhnya atas segala kehendak dari sang
Khaliq, doa juga merupakan senjata umat Islam untuk mengharap RidhoNya.
Allah
senantiasa mengabulkan segala doa yang dipanjatkan oleh para hambaNya. Sesuai dengan
Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 186 yang berbunyi
وَإِذَا
سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah:186)
Namun,
meskipun Allah menjamin akan mengabulkan segala doa yang kita panjatkan. Ada beberapa
hal yang membuat doa kita tidak diijabahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
1. Sebab
Haram masuk kedalam tubuh/pakaian yang dipakai
Ketika ada sesuatu yang
haram masuk kedalam tubuh kita atau melekat di tubuh kita maka itu akan membuat
doa kita menjadi tertolak. Sesuai hadist Rasulullah sebagai berikut
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللهَ
طَيِّبٌ لا يُقبَلَ إِلا طَيِّباً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ اْلمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ
بِهِ اْلمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ
وَاعْمَلُوْا صَالِحاً إِنِّي بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ
يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاء يَا رَبِّ
يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ
بِاْلحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ؟
“Wahai manusia,
sesungguhnya Allah ta’ala adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik,
dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul. Allah ta’ala berfirman
: “Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal
yang shalih” (QS. Al-Mu’minuun : 51). Dan Allah berfirman : “Hai orang-orang
yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”
(QS. Al-Baqarah : 172). Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut
dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,”Ya Rabb..ya
Rabb…”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang
haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?”
[Diriwayatkan oleh Muslim no. 1015].
2. Tergesa-gesa
dan tidak khusuk saat berdoa
Dalam melakukan ibadah
apapun khusuk menjadi sebuah keharusan, ia beribadah dengan sangat fokus yang
hanya mengharap Ridho Allah, yang diingatnya hanya Allah bukan hal yang lain. Allah
sendiri tidak akan mengabulkan doa hambaNya yang tidak khusuk saat berdoa. Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
ادْعُوْا اللهَ وَأَنْتُمْ
مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لا يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ
قَلْبٍ غَافِلٍ لاهٍ
“Berdoalah kepada Allah
dan kamu yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan
doa orang yang hatinya lalai dan tidak khusyu’ “ [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi
no. 3479 dan Al-Hakim no. 1817; hasan lighairihi].
Tidak khusuk saja Allah
tidak mengijabah doanya apalagi tergesa-gesa? Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا
لَمْ يَعْجَلْ يَقُوْلُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِيْ
“Dikabulkan doa seseorang
dari kalian selama ia tidak buru-buru,(dimana) ia berkata : ”Aku sudah berdoa
namun belum dikabulkan doaku” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5981 dan Muslim
no. 2735].
3. Gemar
bermaksiat
Disebutkan dalam sebuah
hadits bahwa doa yang bermanfaat untuk orang tua adalah do’a anak sholeh
sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wasalam :
Abu Hurairah Radhiyallahu
'anhu menuturkan bahwa , Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ
عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ
يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila manusia meninggal
dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu
yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya. [HR. Muslim: 3084]
Maka tentunya kesholehan
seseorang itu mempengaruhi terkabulnya doa’ sebagaimana kemaksiatannya akan
menghalangi doa’nya
Seorang penyair berkata :
“Bagaimana mungkin kita mengharap terkabulnya doa, sedangkan kita sudah menutup
jalannya dengan dosa dan maksiat”.
4. Berdoa
yang isinya perbuatan dosa
Dari Jabir -radhiallahu
anhu- dia berkata: Saya mendengar Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-
bersabda:
مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ
إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهُ مَا لَمْ
يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ
“Tidaklah seseorang
berdoa dengan sebuah doa melainkan Allah memberikan kepadanya apa yang dia
minta atau menolak keburukan darinya yang semisalnya, selama dia tidak berdoa
untuk perbuatan dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan.” (HR. At-Tirmizi no.
3573 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5637)
5. Syirik
kepada Allah
Syirik dalam berdoa
adalah kesalahan yang paling fatal. Karena ia meminta kepada selain Allah, Rabb
yang tiada sekutu baginya. Jelas ini tidak saja menjadi sebab tertolaknya
sebuah doa, lebih dari itu ia termasuk perbuatan syirik.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ
وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Janganlah kamu mempersekutukan
Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
besar.” (QS. Luqman: 13)

Tidak ada komentar: